Keluarga Korban Minta Kematian Zainal Diusut Tuntas

by

BULUKUMBA – Keluarga almarhum Zainal Abidin (19) yang meninggal karena diduga menjadi korban kekerasan aparat meminta keadilan. Keluarga korban pun menuntut agar pelaku dihukum.

“Saya dan orang tuanya berharap pelaku juga dihukum,dan dipenjara juga dipecat,” kata Dahlia, tante korban saat ditemui jurnalis di rumah duka, Keluarahan Kalumeme Kecamatan Ujung Bulu, Selasa 7 Nopember 2017. Menurutnya lagi, keponakannya menderita luka dalam pada kepala setelah kejadian.

Luka itu lanjutnya diduga hantaman pesawat komunikasi HT milik oknum polisi berinisial AN saat operasi zebra. “Katanya dokter pecah katanya otak kecilnya”,ungkap Dahlia.

Keluarga pun masih terpukul atas kejadian itu. Mereka tak menyangka Zainal pergi begitu cepat. Orang tua korban Intan tak menyangka bila pamitnya Putra sulungnya untuk menonton kegiatan Road Race di kota Bulukumba hari sabtu lalu merupakan pertemuan terakhirnya dengan korban.

“Itumi kasian anakku paling sabar,semua tetangga disini na suka semua itu anakku”,sedih Intan. Intan mengaku saat anaknya pulang, dirinya mengaku tengah berada di pinggir laut menjemur rumput laut. Anak keduanya tiba tiba datang dan memberitahunya bila korban muntah.

Intan bergegas pulang dan mendapati anaknya tengah tak sadarkan diri ,Intan dan kerabatnya telah mencoba untuk memberi pertolongan kepada korban dengan membawanya ke Puskesmas dan Rumah Sakit tapi nyatanya minggu siang nyawa Zainal tak tertolong. Sekalipun keluarga korban telah mengikhlaskan kematian korban,namun keluarga tetap meminta proses hukum kepada pelaku.

Kapolres Bukukumba AKBP Anggi Naulifar Siregar menuturkan bahwa pelaku saat ini tengah ditahan dan juga tengah menjalani pemeriksaan di Provos.

“Pelaku sudah kami tahan,dan dikenakan pasal 359 ancaman maksimal 5 tahun”,jelasnya. Anggi menambahkan bahwa tidak ada unsur kesengajaan kepada korban.