Humas RSUD Bulukumba: Korban Dirujuk Karena Pendarahan Otak

by

BULUKUMBA – Misteri kematian Zainal Abidin (19), pengendara yang tewas saat operasi zebra di Bulukumba masih tanda tanya. Menurut pihak Polres Bulukumba, almarhum meninggal karena pelipis tak sengaja terhantam pesawat komunikasi HT milik polantas AN .

Sebelum meninggal Zainal Abidin mendapat perawatan di Puskesmas. Selanjutnya dilarikan ke RSUD Sultan Daeng Radja Bulukumba. Korban kemudian dirujuk ke RS Faisal Makassar. Pada akhirnya, Zainal Abidin meninggal dunia.

Menurut Humas RSUD Bulukumba, Gumala Rubiah, almarhum dibawa ke RSUD dalam keadaan kesadaran menurun. “Itu hari masuk dengan GCS 4 disertai kesadaran menurun,”ungkapnya saat dihubungi lewat pesan WA, Kamis 9 Nopember 2017. Bukan cuma itu, korban dirujuk karena pendarahan otak yang banyak.

“Sudah banyak pendarahan otak,” beber Dia lagi. Sehingga lanjut Gumala, korban butuh perawatan lebih intensif.”Bukan hanya dokter bedah tapi sangat dibutuhkan dokter neuro,”kata Gumala. Hanya saja, Gumala enggan berkomentar saat ditanyakan posisi luka korban. Menurutnya info lebih lanjut harus melalui keterangan dokter. “Saya tidak berhak untuk itu. Visum kematian juga harus dilakukan di RS tempat pasien meninggal dunia,”katanya.

Meski demikian pihak RSUD akan akan terbuka dan menanyakan SOP terkait kasus kematian Zainal Abidin. “Nanti saya tanyakan SOPnya. Karena ini menyangkut resume medis yang besifat rahasia,”tutupnya. Sebelumnya diberitakan Zainal Korban pada hari Sabtu 4 Nopember 2017 dibonceng oleh Agus menggunakan sepeda motor Suzuki Satria menuju arah Kota Bulukumba.

Namun saat operasi zebra korban diduga mendapat hantaman HT milik aparat AN yang bertugas saat mencoba kabur. Korban sempat pulang ke rumahnya namun muntah-muntah. Sehingga dilarikan ke Puskesmas lalu ke RSUD Bulukumba. Korban pun meninggal di RS Faisal Makassar Minggu siang 5 Nopember 2017.