“Pembegal” Demokrasi Mulai Tercium Ganggu Dukungan Perseorangan IYL-Cakka

by

MAKASSAR- Masih ingat kalimat Ichsan Yasin Limpo (IYL) tentang “Pembegal Demokrasi” saat menyerahkan berkas dukungan perseorangannya di KPU? Yah, dugaan dan kekhawatirannya tentang ada pihak yang kembali bakal mengganggu di jalur independen, mulai tercium.

Skenario tentang adanya upaya pihak tertentu untuk mencoba mengganggu IYL-Cakka di jalur independent, perlahan mulai nampak pasca pasangan yang dikenal komitmen, tegas dan merakyat itu memasukkan dukungan KTP ke KPU, akhir pekan lalu.

Itu terbaca hanya hitungan menit setelah Ketua KPU Sulsel Iqbal Latief menerima berkas dukungan IYL-Cakka, maupun pasca-duet ini memutuskan maju melalui independen, pihak-pihak yang diduga bagian dari tim sukses kandidat lain langsung melakukan “penggembosan”.

Mulai menyebut parpol yang tetap setia mendukung IYL-Cakka tidak ada gunanya, menuding jutaan berkas dukungan KTP yang diangkut 40 truk hanya berisi sampah dan timbunan, hingga menyebar isu KPU menolak berkas IYL-Cakka.

Di beberapa group Whatsaap, juga banyak disebar info hoax tentang 1 juta dukungan KTP IYL-Cakka yang diserahkan ke KPU dianggap tidak memenuhi syarat. Dan pemilik nomor WA yang menyebar info hoax itu ditengarai punya afiliasi ke rival IYL-Cakka.

Selain itu, ada skenario yang menghembuskan untuk mempidanakan pemilik dukungan ganda, serta mencoba mengaburkan detail-detail syarat PKPU dalam proses verifikasi.

Menyikapi itu, salah satu simpul relawan yang berada dibarisan IYL-Cakka, meminta kepada semua pihak agar jangan mencoba-coba menjadikan Sulsel untuk merusak tatanan berdemokrasi.

“Kami tahu siapa yang mencoba bermain di belakang untuk melakukan begal demokrasi,” tegas Ketua Glosarium Punggawa Sulsel, Alumnus Zainuddin saat diminta tanggapannya, Senin (27/11/2017).

Glosarium yang beranggotakan aktivis mahasiswa dan pemuda di Sulsel, mewarning kepada pihak yang ingin melakukan begal demokrasi untuk tidak mengganggu dukungan rakyat ke IYL-Cakka.

“Kami ingatkan, jangan coba-coba mengganggu apalagi sampai berusaha membegal dukungan rakyat ke IYL-Cakka. Kami tak akan tinggal diam kalau terus melakukan pembegalan. Ingat, kami selama ini sudah bersabar,” tambah Alumnus yang juga eks aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).

Selain itu, GPS juga meminta kepada penyelenggara, baik Bawaslu maupun KPU agar benar-benar steeril dari kepentingan pihak tertentu yang ingin membegal dukungan IYL-Cakka. Jangan sampai ada kesan ingin main mata, atau di bawah telunjuk pihak tertentu.