Penggunaan ADD Tahun Ini Potensi Korupsi

by

 JENEPONTO,BJ- Direktur Mitra Turatea Abd Rahmat menyebutkan, penggunaan anggaran dana Desa (ADD) tahun anggaran 2016 bakal berpotensi dikorupsi. Sabtu 23 Januari.   

Hal ini diungkap oleh Abd Rahmat kepada wartawan, bahwa Kepala Desa yang baru maupun yang lama bakal berpotensi korupsi penggunaan ADDnya tahun ini.   

Pasalnya dengan anggaran yang begitu fantastif persatu desa akan lebih tinggipula pengaruh korupsinya, namun iapun berharap penggunaan dana ADD Yang dikabar Rp.1 miliar lebih perdesa dikelola dengan baik.   

“Kita liat saja nanti dan mendengar kepala desa siapa yang akan terjerumus hukum. Tapi harapan kita semua semoga tidak ada kepala desa yang terlibat korupsi.” jelas Rahmat.   

Hal senada juga diungkapkan kepala Insvektorat kabupaten Jeneponto yusuf Paqihi. Kata dia, Semua anggaran bakal berpotensi dikorupsi jika tidak dikelolah dengan baik.  

“Bukan hanya ADD, anggaran apapun jika tidak dikelola dengan baik yakin bakal potensi korupsi. Na harapan kita semoga kepala Desa bekerja maksimal dan mematuhui Juknis yang ada,”Katanya.  

Sementara kepala BPMD kabupaten Jeneponto Mub jafar menyebutkan jumlah anggatan ADD keseluruhan di82 Desa di 11 kecamatan kabupaten Jeneponto mencapai Rp. 90 miliar lebih bersumber APBN.  

“Satu desa tahun ini akan mendapatkan ADD Rp. 1,2 miliar hingga Rp.1,4 miliar perdesa. jumlah Desa di Jeneponto sebanyak 82 desa di 11 kecamatan, “Ujar Muh Jafar.  

Menurut dia, dengan tingginya anggaran ADD tahun ini perdesa pastinya, ia mengharpakan tidak seperti prilaku kepala Desa sebelumnya yabg terjerat hukum.   

“Potensi korupsi pasti ada. Makanya kami himbau para kepala menggunakan ADD itu sesuai jukni, 70 persen untuk fisik dan 30 persen untuk non Fisik.,”Jelas Muh Jafar