Mengakui Hak Cipta Selfie Monyet Sulawesi, Fotografer Ini Digugat

by

MAKASSAR,BJ – Siapa tidak pusing jika waktu bertahun-tahun dihabiskan hanya mengurus sidang gugatan hak cipta swafoto atau selfie di San Francisco, Amerika Serikat. David Slater, yang merupakan fotografer alam asal Chepstow, Wales, Inggris mengaku tak mengira swafoto itu bakal menjadi sengketa cukup lama.

Atas kasus hukum yang menyeret swafoto yang diklaim miliknya itu, Slater mengaku telah menderita kerugian atas potensi pendapatan yang diterimanya. Slater menghitung, dia memungkinkan mengantongi 40 juta pound sterling atau Rp693 miliar atas swafoto itu.

“Hasil dari foto-foto ini seharusnya membuat saya nyaman saat ini. Tapi ternyata tidak demikian,” keluh Slater. Namun, Dia optimis berkat foto hasil kameranya itu dapat menyelamatkan monyet hitam Sulawesi itu dari risiko kepunahan. Hal sama diutarakan pegacara Slater, Andrew Dhuey. Andrew tak percaya monyet benar-benar masuk pengadilan menuntut hak cipta selfienya. “Seekor monyet baru saja masuk ke sebuah pengadilan federal dan menuntut pelanggaran hak cipta. Ini seperti saya berada sebuah guyonan, tapi ini benar-benar terjadi,”katanya setelah sidang banding 12 Juli 2017.

David Slater awalnya menuntut agar media dan web besar seperti Wikipedia membayar hak cipta asal foto itu tahun 2014. Kantor Hak Cipta Amerika Serikat pun memutuskan hewan tidak dapat memiliki hak cipta atas karyanya. Kantor tersebut menegaskan karya yang diciptakan oleh bukan manusia tidak tunduk pada undang-undang hak cipta Amerika Serikat.

Namun, seiring perjalanan waktu malah hak cipta atas selfie monyet Naruto juga dituntut organisasi perlindungan hewan, People for the Ethical Treatment of Animal (PETA). PETA menggugat Slater atas klaim hak cipta swafoto itu ke pengadilan distrik di AS. Menurut PETA, seharusnya pemegang hak cipta swafoto itu adalah monyet Naruto.

Pada 7 Januari 2016, pengadilan federal AS di San Francisco, memutuskan monyet hitam Sulawesi itu tak bisa memiliki hak cipta swafoto. Alasan hakim saat itu, monyet itu bukanlah manusia dan hewan bukan bagian dari UU Hak Cipta Amerika Serikat. Kalah dalam persidangan awal, PETA memutuskan banding pada tingkat pengadilan yang kini sedang bergulir.

Foto itu diambil saat Slater menjelajahi alam Sulawesi dan kemudian menemui sekawanan monyet. Dia kemudian mengatur kameranya di atas tripod, meletakkan tombol potret jarak jauh, sehingga bisa diakses monyet Sulawesi. Kemudian, seekor monyet hitam betina Sulawesi yang diketahui bernama Naruto, menekan tombol potret beberapa kali dan menghasilkan foto, jadilah swafoto monyet Naruto yang tersenyum memperlihatkan giginya.