James Wong Howe, Gagal di Dunia Tinju Sukses Jadi Sinematografer

by

JAKARTA,Beritajeneponto.com – Mungkin Anda juga penasaran siapa sosok yang ditampilkan Google Doodle hari ini Senin 28 Agustus 2017. Dia seorang sinematografer terkenal namun awalnya gagal di dunia tinju profesional.

Karena gagal di lalu memilih bekerja serabutan. Di dunia film pun dia harus terlunta-lunta di bagian kurir dan pemungut sampah bagian cutting room studio. Siapa sangka James Wong Howe belajar dan mencapai kesuksesan di di dunia film.

Dia sangat terkenal dengan teknik pencahayaan, framing, dan kamera pergerakan minimal sebagai ekspresi emosi. Di luar kesengajaan dia menemukan cara memasukkan nuansa warna dalam film hitam putih. James Wong Howe pun terkenal, bahkan sebagai pionir pemakaian lensa bersudut pandang lebar (wide angle), pencahayaan low key dan pencahayaan berwarna.

Bukan sampai di situ, Wong Howe menjadi orang pertama yang memakai crab dolly, yakni dudukan kamera dengan empat penyangga untuk memuluskan pergerakan horizontal saat merekam gambar. Dia juga menemukan teknik deep focus dalam sinematografi. Teknik ini menghasilkan gambar terekam secara keseluruhan dalam keadaan fokus, baik di sisi foreground atau background.

Masa kejayaan James Wong Howe pada tahun 1930 hingga 1940an. Dia salah satu sinematografer yang paling dicari di Hollywood. Sepanjang hidupnya tercatat sudah lebih dari 130 film yang dibuatnya.

James Wong Howe di Google

James Wong Howe mendapat penghargaan tertinggi bidang film Piala Oscar untuk film The Rose Tattoo (1955) dan Hud (1963). James Wong Howe telah meninggal dunia 12 Juli 1976. Namun karyanya di industri perfileman sangat fenomenal dan berpengaruh menurut survei International Cinematographers Guild. James Wong Howe sebenarnya adalah sinematografer Amerika namun lahir di China 28 Agustus 1899.

Memang hari ini tepat hari kelahiran James Wong Howe yang ke-118. Google memberikan penghargaan dengan ilustrasi doodle hitam putih di halaman utama secara Global.