Rindukan Juara Liga 1, Mantan Pemain PSM Makassar Ingat Nurdin Halid

by

Gelar juara di Liga Indonesia mungkin dambaan semua pemain termasuk suporter. Mantan pemain PSM Makassar, Jufri Samad ternyata punya impian saat ini, yakni melihat para pemain mengangkat trofi Liga Indonesia yang bernama Liga 1 Indonesia.

Dia merindukan masa kejayaan tim pasukan ramang seperti yang tercatat akhir 1990-an hingga awal 2000-an. Di era tersebut, PSM menjadi klub sepak bola Indonesia terkuat dan paling disegani.

Terakhir kali, klub tertua di Indonesia ini berhasil meraih trofi juara even nasional pada Liga Divisi Utama 1999-2000. Saat itu, PSM sukses mengalahkan PKT Bontang di partai final dengan skor 3-2 di Senayan, Jakarta.

Sejak kemenangan tersebut, PSM tak sekalipun berada di posisi puncak di kompetisi serupa. Dengan status juara pada liga nasional, PSM Makassar pun untuk pertama kalinya mampu berlaga di Liga Champions AFC.

Hal tersebut menjadi prestise baik bagi pemain PSM dan seluruh masyarakat Sulsel. “Kita semua menginginkan tahun-tahun keemasan PSM kembali lagi. Sudah terlalu lama kita puasa gelar juara,” ujar Jufri Samad, Senin (6/11).

Lebih lanjut, dirinya menuturkan, manajer PSM saat itu, Nurdin Halid (NH) piawai mengantar klub kebanggaan masyarakat Sulsel menaiki podium juara. Kemenangan tersebut tak bisa terlepas dari peran NH. “Pengalaman Pak NH dalam mengelola PSM hingga meraih juara menjadi bukti kehebatan beliau dalam mengurusi sepak bola. Apa lagi, dia juga pernah jadi Ketua Umum PSSI,” tutur mantan defender PSM ini.

Ia pun mendukung majunya NH sebagai bakal calon Gubernur Sulsel mendatang. Pencalonan tersebut, kata dia, memberikan peluang besar agar kembalinya kejayaan PSM. “Dengan program Gerakan Membangun Kampung, kejayaan sepak bola di Sulsel bisa kembali seperti dulu lagi. Kalau mau lihat PSM kembali jaya, NH gubernurnya,” katanya.

Pasangan Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar ini memag memprogramkan pembangunan di sektor olahraga Sulsel. Di antaranya, pembangunan lapangan berstandar internasional di seluruh kecamatan. Hal tersebut, kata NH, diharapkan agar bibit atlet Sulsel tidak disia-siakan.

“Jangan biarkan pemain kita yang berpotensi hanya bermain di fasilitas yang tidak memadai,” tegas NH.